Kartini Memulai Usaha pada Bulan Kartini

oleh: Kartini

Lama tak menulis di depan laptop, kali ini saya ingin menulis yang ringan-ringan saja. Nama saya Kartini, singkat cerita bapak saya sangat mengagumi Ibu pahlawan RA. Kartini. Oleh karena itu, saya diberi nama Kartini. Namun, hari ini bertepatan dengan bulan hari kelahiran RA.Kartini saya memulai usaha saya dengan berjualan jus. Alasan saya memilih jualan jus, karena saya selain saya suka dengan jus buah, kalau kecapean sering demam dan obatnya minum jus buah jambu biji atau jus buah naga, langsung sembuh.

Oh iya, alasan lainnya karena saya baru pindah rumah dan mencari kegiatan baru yang menghasilkan cuan buat makan. He,he,he. Jujur sekali.

Saya memulai jualan jus bersama suami pada hari Minggu ke-2 bulan April 2026 tanggal 11. Berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi menuju Alun-alun Kota Tangerang. Suasana segar udara pagi ikut berlari mengejar saya dan suami yang berada dalam bus Trans Tayo. Pertama kalinya saya dan suami naik bus ini. Tak berjalan mulus, kami sempat salah turun di halte yang terlalu jauh dari alun-alun kota Tangerang. Kaki saya juga sedang sakit karena tertusuk paku, tapi entahlah sakit itu tak terasa ditambah lagi ternyata jus laku sampai 14 botol. Alhamdulilah. Kebahagiaan yang hakiki, saya tidak menyangka. Lumayanlah balik modal.

Kartini, Memulai Usaha pada Bulan Kartini
Figure 1 jus buatan sendiri

 

ingat dan hati senang menyambut Kesehatan orang-orang yang datang ke alun-alun.Alun-alun yang di kelilingi orang-orang berolah raga. Ada yang sedang bermain basket, lari-lari kecil, senam sambil mengikuti irama music. Ada juga orang yang sedang olah raga bulu tangkis, Lelah, keringat dan hati senang menyambut Kesehatan orang-orang yang datang ke alun-alun.

Saya memulai usaha jualan jus disambut dengan kenaikan harga plastik. Hal ini tak membuat hati saya ciut, rugi urusan belakangan, dicoba saja dulu, dalam hati yang penuh semangat. Semboyan proses tidak mengkhianati hasil itu menjadi penyemangat.

Lanjut, pada Minggu ke-3 bulan April saya melakukan hal yang sama pada tanggal 18 saya dan suami berjualan jus Kembali. Hasilnya jus laku terjual 15 botol. Padahal, di tengah kami berjualan sampai satu jam lebih tidak ada yang beli, karena Minggu ini ada penjual lain yang jualan jus dan es buah alias ada saingan nih kita, walaupun kemasannya berbeda. Sempat berkecil hari, kebetulan tubuh saya sedang kurang sehat, suara teriakan memanggil jus buah tak sekeras biasanya. Ternyata di luar dugaan, jus saya lumayan terjual laku.

Pulanglah kami berdua, di otak ini berkecamuk, segala apa yang akan dibuat untuk menghasilkan cuan. Jadilah beli bahan-bahan untuk membuat kue kembang goyang. Kenapa pilih kue kembang goyang. Selain jarang orang yang menjual kue ini, saya membuat untuk persiapan bulan Juni ulang tahun Kota Jakarta. Oh iya, sebelumnya ada abang none yang mau sewa baju adat kebaya dan jas ke rumah saya dan ternyata tidak jadi. Ini juga yang membuat saya memilih kue ini. sekedar info kebetulan saya menyewakan baju adat juga.

Mulailah saya dan suami membuat kue kembang goyang. Mulai dari menakar bahan-bahan, mengocok sampai menggoreng. Dan saya ambil Kesimpulan, pantas sedkit orang yang jual kue kembang goyang. Selain butuh minyak goreng banyak, butuh banyak aneka tepung, dan menggorengnnya harus cepat, jika tidak hasilnya gosong.selesai digoreng, kemudian kami bagikan kepada tetangga.

 





Figure 2 kue kembng goyang

 

Tulisan ini saya buat untuk menjadi inspirasi saya sendiri Kartini pada hari Kartini. Selamat hari Kartini, kenapa harus Kartini, karena Kartini menulis.

 

20/04/2026  22:31 dipublikasi 21/04/2026

 

Comments

Popular posts from this blog

PERAN PEMULUNG DALAM MENYUKSESKAN SDG's